Kamis, 05 Januari 2017

Reaksi Redoks

A. Pengantar
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemui beberapa hal menarik seperti terjadinya perubahan warna pada daging buah apel setelah dibelah, peristiwa pembakaran kayu, peristiwa perkaratan besi, bau busuk akibat penumpukkan sampah, pemanfaatan kompor untuk memasak.
Hasil gambar untuk PEMBAKARAN KAYU
Pembakaran Kayu

Hasil gambar untuk PERUBAHAN WARNA DAGING APEL
Perubahan Warna Pada Daging Buah Apel Setelah Dibelah

Hasil gambar untuk PERKARATAN BESI
Perkaratan Besi

Hasil gambar untuk BAU AKIBAT SAMPAH
Bau Busuk Akibat Sampah

Hasil gambar untuk PEMBAKARAN PADA KOMPOR
Peristiwa Pembakaran Pada Kompor
Perubahan warna pembakaran kayu perkaratan besi pada daging buah apel setelah dibelah. Bau busuk peristiwa pembakaran akibat sampah pada kompor.

Pada buah apel ketika baru dibelah, daging buah apel berwarna putih. Namun, setelah dibiarkan beberapa saat menjadi cokelat. Mengapa hal itu terjadi? Reaksi apa yang menyebabkan perubahan warna daging buah apel tersebut? Begitu juga pada peristiwa pembakaran kayu, perkaratan besi, peristiwa timbulnya bau busuk pada penumpukan sampah, dan pengunaan kompor untuk memasak. Jenis reaksi apakah yang terjadi? Mengapa besi tersebut bisa berkarat? Semua fenomena tersebut akan dibahas dalam materi ini yaitu berkaitan dengan reaksi redoks.

B. Sejarah Perkembangan Teori Redoks
Sebelum melangkah lebih jauh tentang reaksi redoks sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu bagaimana sejarah perkembangan hingga timbulnya teori redoks.
Dari beberapa abad sebelum Masehi, orang telah mengenal api, terutama pada peristiwa pembakaran. Sejak saat itu para ahli pengetahuan mulai tertarik tentang proses pembakaran. Kemudian pada abad ke-16, melalui eksperiment Boyle mengemukakan bahwa pada pembakaan terjadi penggabungan antara benda yang dibakar dengan partikel api.
Abad ke-17, George Stahl mengemukakan bahwa apabila benda dibakar, maka benda itu akan kehilangan sesuatu yang disebut plongiston, sehingga apabila benda terbakar massanya bertambah. Teori ini berlaku untuk logam-logam, tetapi untuk batu bara tidak. Batu bara apabila dibakar, massa arang yang terbentuk berkurang. Oleh karena itulah pada tahun 1772, Lavoiser meneliti peristiwa pembakaran bermacam-macam logam dengan udara. Lavoisier mengatakan bahwa bertambahnya berat logam bila dibakar dalam udara disebabkan karena adanya reaksi antara logam tersebut dengan gas yang ada di udara, oksigen. Selanjutnya ahli-ahli kimia mulai mengklasifikasikan reaksi suatu zat dengan oksigen dan diberi istilah reaksi oksidasi.

C. Konsep Dasar Reaksi Redoks
Reaksi kimia dapat digolongkan ke dalam reaksi redoks dan reaksi bukan redoks. Reaksi redoks adalah reaksi yang berkaitan dengan peristiwa reduksi dan oksidasi. Reaksi redoks banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya perkaratan besi, reaksi-reaksi pembakaran, oksidasi makanan dalam sel, fotosintesis, dan peleburan bijih logam, aki, baterai, dan berbagai proses elektrolisis seperti penyepuhan. Dalam mempelajari reaksi redoks ada beberapa konsep dasar yang harus dipahami, seperti :
1. Oksidasi :
      • Penambahan/pengikatan atom oksigen
      • Pelepasan Elektron
      • Naiknya bilangan oksidasi
2. Reduksi
      • Pengurangan atom oksigen
      • Penambahan Elektron
      • Turunnya bilangan oksidasi
3. Reduktor (Pereduksi)
      • Zat yang mengalami oksidasi
4. Oksidator (pengoksidasi)
      • Zat yang mengalami reduksi
5. Reaksi Redoks
      • Reaksi yang mengandung peristiwa reduksi dan oksidasi
6. Reaksi autoredoks (disproporsionasi)
      • Reaksi redoks yang oksidator dan reduktornya merupakan zat yang sama
7. Bilangan oksidasi
      • Muatan suatu atom jika elektron ikatan diberikan kepada atom yang keelektronegatifannya lebih besar.

D. Perkembangan konsep Redoks
1). Reaksi redoks sebagai reaksi pengikatan dan pelepasan oksigen
Oksidasi adalah : reaksi pengikatan oksigen.
Contoh :

  • Perkaratan besi (Fe).
4Fe(s) + 3O2(g) -> 2Fe2O3(s)
  • Pembakaran gas metana
CH4(g) + 2O2(g) -> CO2(g) + 2H2O(g)
  • Oksidasi tembaga oleh udara
2Cu(s) + 3O2(g) -> 2CuO(s)
  • Oksidasi glukosa dalam tubuh
C6H12O6(aq) + 6O2(g) -> 6CO2(g) + 6H2O(l)
  • Oksidasi belerang oleh KClO3
3S(s) + 2KClO3(s) -> 2KCl(s) + 3SO2(g)
Sumber oksigen pada reaksi oksidasi disebut oksidator. Dari contoh di atas, 4 reaksi menggunakan oksidator berupa udara dan reaksi terakhir menggunakan oksidator berupa KClO3.
Reduksi adalah : reaksi pelepasan atau pengurangan oksigen.
Contoh :

  • Reduksi bijih besi dengan CO
Fe2O3(s) + 3CO(g) -> 2Fe(s) + 3CO2(g)
  • Reduksi CuO oleh H2
CuO(s) + H2(g) -> Cu(s) + H2O(g)
  • Reduksi gas NO2 oleh logam Na
2NO2(g) + Na(s) -> N2(g) + Na2O(s)
  • Zat yang menarik oksigen pada reaksi reduksi disebut reduktor. Dari contoh di atas, yang bertindak sebagai reduktor adalah gas CO, H2 dan logam Na.
2). Reaksi redoks sebagai reaksi pelepasan dan pengikatan / penerimaan elektron
Oksidasi adalah : reaksi pelepasan elektron.

  • Zat yang melepas elektron disebut reduktor (mengalami oksidasi).
  • Pelepasan dan penangkapan elektron terjadi secara simultan artinya jika ada suatu spesi yang melepas elektron berarti ada spesi lain yang menerima elektron. Hal ini berarti : bahwa setiap oksidasi disertai reduksi.
  • Reaksi yang melibatkan oksidasi reduksi, disebut reaksi redoks, sedangkan reaksi reduksi saja atau oksidasi saja disebut setengah reaksi.
Contoh : (setengah reaksi oksidasi)
K -> K+ + e
Mg -> Mg2+ + 2e
Reduksi adalah : reaksi pengikatan atau penerimaan elektron.

  • Zat yang mengikat/menerima elektron disebut oksidator (mengalami reduksi).
Contoh : (setengah reaksi reduksi)
Cl2 + 2e -> 2Cl-
O2 + 4e -> 2O2- 
Contoh : reaksi redoks (gabungan oksidasi dan reduksi)
Oksidasi : Ca -> Ca2+ + 2e
Reduksi : S + 2e -> S2-
—————————————+
Redoks : Ca + S -> Ca2+ + S2-

Sabtu, 30 April 2016

TUGAS MENJELANG SEMESTER II

KERJAKAN LKS SEMESTER 2

HAL : 12 - 16
HAL : 29 - 32
HAL : 34 - 37
HAL : 50 - 53
HAL : 67 - 69
HAL : 76 - 79

DIKERJAKAN LANGSUNG DI LKS
PILIHAN GANDA WAJIB DIKERJAKAN
ESSAY TIDAK WAJIB DIKERJAKAN TETAPI DISARANKAN KARENA ULANGAN SEMESTER 2 ADA ESSAY, SEBAGAI LATIHAN
AKAN DIKOREKSI 1 MINGGU SEBELUM ULANGAN SEMESTER 2

DIPERHITUNGKAN SEBAGAI NILAI TUGAS UNTUK NILAI SEMESTER 2

Kamis, 14 April 2016

TUGAS REMEDIAL/PERBAIKAN NILAI MID SEMESTER 2

KERJAKAN SOAL - SOAL BERIKUT INI DI KERTAS F4 DITULIS TANGAN
NILAI MINIMAL YANG HARUS DIPEROLEH 75
JIKA NILAI DI BAWAH 75 AKAN DIBERIKAN TUGAS KEMBALI
DIKUMPUL PALING LAMBAT TGL 30 APRIL 2016

1.      Perbandingan massa besi (Fe) dan belerang (S) pada pembentukan senyawa besi(II) sulfida (FeS) adalah 7:4. Tentukan massa besi yang dibutuhkan untuk bereaksi dengan 8 gram belerang....
2.      Reaksi antara Mn dan O2 dapat menghasilkan tiga senyawa, yaitu MnO, MnO2 dan Mn2O7. Jika berat O = 8 gram (tetap), berapa perbandingan berat Mn dalam senyawa tersebut....
3.      Tentukan Mr dari MgSiO3....
4.      Aluminium banyak digunakan untuk alat-alat rumah tangga. Berapa gram Al yang terdapat dalam 204 gram aluminium oksida, Al2O3?
5.      Persentase massa karbon dalam batu kapur (CaCO3) adalah . . . .
6.      Suatu senyawa tersusun dari 52% karbon, 13% hidrogen, dan sisanya oksigen. Rumus empiris senyawa itu adalah . . . .
7.      Senyawa X mengandung 50% massa belerang dan 50% massa oksigen. Rumus empiris dari senyawa X adalah ....
8.      Volum 3 gram gas C2H6 pada RTP adalah....
9.      Berapa jumlah atom oksigen yang terkandung dalam 4,48 L gas CO2 pada STP?
10.   Haemoglobin (Mr = 68000) dalam darah kita mengandung 0,335 persen berat besi (Ar = 56). Jumlah atom besi yang terkandung dalam satu molekul haemoglobin adalah . . . .
11.   Jumlah apa yang sama di antara satu mol etanol C2H5OH dengan satu mol etana C2H6....
12.   Persamaan reaksi:
              aNa(s)+bH2O(l)      cNaOH(aq)+H2(g)
harga a, b, c adalah . . . .
13.   Jika 24 gram karbon dibakar dengan gas oksigen dalam wadah tertutup rapat, maka hasil reaksi adalah . . . .
14.   Suatu unsur A bersenyawa dengan unsur B menghasilkan senyawa yang rumus molekulnya A2B. Jika 100 atom A dicampur dengan 200 atom B, maka jumlah molekul A2B dapat dihasilkan pada reaksi itu sebanyak-banyaknya adalah . . . .
15.   Pembakaran sempurna 5,4 gram senyawa CH4 (Ar C = 12, H = 1) di udara dengan persamaan reaksi: CH4(g)+2O2(g)        CO2(g)+2H2O(l) akan menghasilkan gas CO2 sebanyak . . . .
16.   Natrium hidrogen karbonat jika dipanaskan terurai dengan reaksi:
2NaHCO3(s)         Na2CO3(s)+CO2(g)+H2O(g).
Jika 5 mol sampel NaHCO3 dipanaskan, maka volum gas CO2 yang dihasilkan adalah (Volum molar gas= 24 L) . . . .
17.   Reaksi pembakaran hidrogen dengan reaksi:
2H2(g)+O2(g)      2H2O(g) Jika 1 mol H2 dicampurkan dengan 1 mol O2, setelah reaksi terdapat . . . .
18.   20 mL gas NH3 bereaksi dengan 20 mL gas oksigen (O2) pada STP dengan reaksi:
4NH3(g)+3O2(g)       2N2(g)+6H2O(l).
Volum oksigen yang bereaksi adalah . . . .
19.   Dua liter gas nitrogen (250C, 1 atm) bereaksi dengan 3 liter gas oksigen (250C, 1 atm) membentuk 2 liter gas NxOy (250C, 1 atm). Rumus molekul NxOy adalah . . . .

20.   Senyawa hidrida XH3 mengandung 90% unsur X. Ar dari X adalah....

Kamis, 11 Februari 2016

Tugas Kelas XA - XH

Kerjakan LKS SEMESTER 1
Halaman 70 - 73
bagian I dan II
Kerjakan di LKS

batas waktu pengerjaan dan pengkoresian minggu terakhir bulan Februari 2016

Kamis, 28 Januari 2016

Praktek Larutan Elektrolit dan Daya Hantar Listrik

Untuk Praktek

Buatlah alat untuk menguji Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
Ujilah 6 jenis larutan dengan alat uji yang dibuat dan tentukan jenis larutannya.

Susunan Laporan 
Cover
Kata Pengantar
Daftar Isi
1. Judul Percobaan    : Menguji Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
2. Tujuan Percobaan : Menguji beberapa Larutan untuk menentukan jenis Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit 
3. Dasar Teori 
    3.1 Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
    3.2 Bagaimana Larutan Dapat Menghantarkan Arus Listrik
    3.3 Sifat Hantar Listrik Larutan Elektrolit
4. Alat dan Bahan (Tentukan secara kelompok)
5. Cara Kerja (Tentukan secara kelompok)
6. Hasil Pengamatan, Pembahasan dan Tentukan Jenis Larutan
7. Pertanyaan
    1. Bagaimana Larutan Elektrolit dapat Menghantarkan Arus Listrik?
    2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan derajat ionisasi, konsentrasi dan Jumlah Ion?
    3. Berikan 5 contoh larutan Elektrolit dan nonelektrolit?
    4. Tuliskan Reaksi Ionisasi dari Larutan yang diuji yang bersifat elektrolit? 
8. Kesimpulan
9. Daftar Pustaka

Laporan dibuat secara Individu di Kertas F4  ditulis tangan

Kamis, 26 November 2015

Nama Kation dan Nama Anion

DAFTAR NAMA KATION & ANION
KATION
Rumus Kation
Nama Kation

Rumus Kation
Nama Kation

H+

Asam

Pt2+
Platina (II)
Platino

Li+

Lithium

Pt4+
Platina (IV)
Platini
Na+
Natrium

Cr2+

Krom (II)


K+

Kalium

Cr3+
Krom (III)

Be2+

Berilium

Au+
Emas (I)
Auro

Mg2+

Magnesium

Au3+
Emas (III)
Auri

Ca2+

Kalsium

Hg+
Raksa (I)
Merkuro

Sr2+

Stronsium

Hg2+
Raksa (II)
Merkuri

Ba2+

Barium

Co2+
Kobalt (II)
Kobalto

Ra2+

Radium

Co3+
Kobalt (III)
Kobalti

Sc3+

Scandium

Ni2+
Nikel (II)
Nikelto

Mn2+

Mangan (II)

Ni4+
Nikel (IV)
Nikelti

Mn3+

Mangan (III)

Zn2+
Seng

Mn4+

Mangan (IV)

NH4+
Amonium

Mn7+

Mangan (VII)

Pb2+

Timbal (II)
Plumbo


Fe2+

Besi (II)
Ferro

Pb4+
Timbal (IV)
Plumbi

Fe3+

Besi (III)
Ferri

Sn2+
Timah (II)
Stanno

Ag+

Perak (I)
Argento

Sn4+
Timbal (IV)
Stanni

Ag2+

Perak (II) Argenti

Cu+
Tembaga (I)
Cupro

Al3+

Alumunium

Cu2+
Tembaga (II)
Cupri



ANION
Rumus Anion
Nama Anion

Rumus Anion
Nama Anion

F-

Florida

CrO42-
Kromat

Cl-

Klorida

Cr2O72-
Dikromat

Br-

Bromida

MnO42-
Manganat

I-

Iodida

CN-
Sianida

O2-

Oksida

SCN-
Tiosianat

S2-

Sulfida

S2O32-
Tiosulfat

N3-

Nitrida

SiO32-
Silikat

H-

Hidrida

CH3COO-
Asetat

IO-

Hipoiodit

BO2-
Borat


IO2-



Iodit



OH-


Hidroksida

IO3-

Iodat

SO32-
Sulfit

IO4-

Periodat

SO42-
Sulfat

BrO-

Hipobromit

NO2-
Nitrit

BrO2-

Bromit

NO3-
Nitrat

BrO3-

Bromat

PO33-
Posphit

BrO4-

Perbromat

PO43-
Posphat

ClO-

Hipoklorit

CO32-
Karbonat

ClO2-

Klorit

C2O42-
Oksalat

ClO3-

Klorat




ClO4-

Perklorat